Rabu, 09 Juni 2021

Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

 

 Nama : Sintia Pratama Putri

 NIM   : 1911212005

 

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 




 






Sabtu, 01 Mei 2021

Matkul Manajemen Bencana : Indikator Kesehatan Dalam Kedaruratan

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Welcome back to my blog..

Kali ini  aku mau berbabagi hasil review materi dari dosenku yaitu mengenai Indikator Kesehatan Dalam Kedaruratan. Check it out!

 






 

 

Dosen Pengampu : Aulia Rahman, SKM., MKM.

Jumat, 23 April 2021

Matkul Manajemen Bencana : Manajemen Air Bersih dan Sanitasi Pada Kondisi Bencana

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hallo guys! kali ini aku mau berbagi sedikit ilmu terkait materi yang udah dijelasin oleh dosenku yaitu  mengenai Manajemen Air Bersih dan Sanitasi Pada Kondisi Bencana 

Mudah-mudahan bisa menambah wawasan teman-teman ya!


 

 

 

Dosen Pengampu : Aulia Rahman, S.KM., M.KM.


Nama : Sintia Pratama Putri

NIM   : 1911212005

Kelas  : IKM-A1

 



Minggu, 12 April 2020

Standar K3 Rumah Sakit

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

hallo readers!
di artikel kali ini aku bakalan ngereview kembali materi  dasar K3 yang udah dikasih sama dosen  aku, mudah"an bisa menambah wawasan para readers yaaa and di maklumin aja ya tulisannya kalau kurang jelas hehehehe
nahh materi yang bakalan aku review ini yaitu tentang Standar Keselamatan  dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (Standar K3RS), bagi yang udah paham tentang materi ini silahkan diberikan tanggapannya ya, happy reading guyss!!

Oke guys sebelum masuk ke Standar K3RS, kita harus tahu dulu dong apa sih landasan dari materi kali ini?

jadii landasan dari materi ini adalah PERMENKES RI NO. 66 TH 2016 guys yaitu tentang K3 Rumah Sakit



eiitss! dari tadi bilang K3RS mulu, jadi apa nih K3RS?



nah udah pada tahu kan apa itu K3RS, lanjuttt!
dalam K3RS ini kita juga bakalan perlu sama SMK3RS guys, kenapa?, karena mereka adalah 2 hal yang nggak bisa dipisahin tentunya hehehe, okee back to the topic, jadii SMK3RS ini pegertiannya hampir sama sama SMK3, bedanya cuman penerapannya di Rumah Sakit



nah di bawah ini merupakan tujuan dari pengaturan K3RS



jadii siapa sih yang harus menerapkan K3RS ini?, ya tentunya semua SDM yang ada di Rumah Sakit dong, tanpa terkecuali, trus yang menjadi penanggungjawabnya siapa?



Komponen-komponen dalam SMK3RS apa aja?, jadi komponen dalam SMK3RS ini hampir sama kayak SMK3 guys, diantaranya :
1. penetapan kebijakan K3RS
2. perencanaan K3RS
3. pelaksanaan rencana K3RS
4. pemantauan dan evaluasi K3RS, dan
5. peninjauan dan peningkatan kinerja K3RS




Standar K3RS apa-apa aja sih?, jadi standar K3RS ini ada 2 yaitu:
1. harus dilaksanakan oleh SDM RS, dan
2. dalam pelaksanaannya, bakalan terdapat 8 komponen


okee yang terakhiiir!, setelah semua kegiatannya terlaksanakan tentunya kita bakalan butuh pencatatan dan pelaporannya dong, jadi pencatatan dan pelaporan ini wajib dilakukan oleh RS, untuk lebih jelasnya silahkan di baca tulisan di bawah ya guys walaupun bikin sakit mata hehehe


okeee guys sekian dulu review kali ini, semoga bisa menambah sedikit wawasan para readers  
see you guys!!

Sabtu, 04 April 2020

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

hallo readers!
di artikel kali ini aku bakalan ngereview kembali materi  dasar K3 yang udah dikasih sama dosen  aku, mudah"an bisa menambah wawasan para readers yaaa and di maklumin aja ya tulisannya kalau kurang jelas hehehehe
nahh materi yang bakalan aku review ini yaitu tentang Sistem Manajemen Keselamatan  dan Kesehatan Kerja (SMK3), bagi yang udah paham tentang materi ini silahkan diberikan tanggapannya ya, happy reading guyss!!

Oke guys sebelum masuk ke SMK3, kita harus tahu dulu dong apa itu keselamatan dan kesehatan kerja (K3),jadi apa itu K3?


okee guys K3 udah tahu kan ya, lanjuuuut
jadi SMK3 itu apa ya?

 jadi SMK3 ini di buat dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guys, truss ada nggak sih landasan SMK3 di negara kita tercinta ini?, nah ini dia  landasannya

trus yang wajib menerapkan SMK3 ini apa aja sih kriterianya?

syarat-syarat mendapatkan SMK3 adalah :

manfaat dari SMK3 ini apa aja sih?

prinsip dari SMK3 ini apa aja sih?
nah karena kurang jelas tulisannya jadi aku ambil point"nya aja ya hehehe
1. dasar penerapan kebijakan K3
2. perencanaan K3
3. pelaksanaan K3
4. pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3


lanjuttt, penilaian/ audit SMK3 ini gimana ya maksudnya ?


pengawasan dalam SMK3 :

yang terakhirr yaitu sertifikat SMK3

Sabtu, 28 Maret 2020

ACCIDENT INVESTIGATION

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

hallo readers!
di artikel kali ini aku bakalan ngereview kembali materi  dasar K3 yang udah dikasih sama dosen  aku, mudah"an bisa menambah wawasan para readers yaaa and di maklumin aja ya tulisannya kalau kurang jelas hehehehe

















yuhuuuu!! sampai disini dulu ya artikel kali ini, thanks yang udah  mampir ke sini
see you guyss

Selasa, 17 Maret 2020

AYO CEGAH VIRUS CORONA


 COVID-19

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Virus Corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang memicu penyakit Covid-19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Baca selengkapnya di artikel "Tips Mencegah Penularan Virus Corona di Transportasi Umum", https://tirto.id/eDR2

Virus Corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang memicu penyakit Covid-19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Baca selengkapnya di artikel "Tips Mencegah Penularan Virus Corona di Transportasi Umum", https://tirto.id/eDR2
Virus Corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang memicu penyakit Covid-19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Baca selengkapnya di artikel "Tips Mencegah Penularan Virus Corona di Transportasi Umum", https://tirto.id/eDR2
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah:
  1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat. 
  2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  3. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
  4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
  5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  6. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
  8. Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
  9. Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
  10. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.



Sumber :  kemkes.go.id   Click here